4 Cara Mengatasi Diare pada Anak Saat di Rumah

4 Cara Mengatasi Diare pada Anak Saat di Rumah

Gangguan pencernaan berupa diare termasuk dalam gangguan pencernaan yang seringnya diderita oleh anak-anak. Infeksi virus, bakteri, atau parasit, malabsorpsi, keracunan makanan, gangguan kekebalan tubuh dan alergi adalah beberapa pemicu diare pada anak. Yuk, simak 4 cara mengatasi diare pada anak saat di rumah.

  1. Minum Oralit

Dalam dunia medis oralit disebut cairan rehidrasi oral (CRO), yaitu cairan yang dikemas khusus serta mengandung air dan elektrolit. Ibu dapat melarutkan oralit ke dalam 200 ml air putih untuk menyajikannya kepada anak.

Berikan  cairan oralit kepada anak dengan takaran yang disesuaikan dengan usia anak. Kandungan garam elektrolit di dalam cairan oralit mampu mengganti elektrolit yang hilang dan mencegah dehidrasi akibat diare.

Apabila ibu menghadapi diare pada anak yang masih menyusu ASI, sebaiknya tambah  jumlah pemberian ASI. Ibu untuk lebih sering menyusui dari biasanya sebagai cara untuk mengganti cairan tubuh anak yang hilang.

  1. Hindari Pemberian Makanan Padat

Makanan padat termasuk dalam jenis makanan yang tidak disarankan dikonsumsi saat anak sedang terserang diare. Ibu cukup memberikan makanan dalam porsi yang lebih sedikit dari biasanya dan penting juga wajib untuk menghindari pemberian makanan pedas dan berlemak.

Gangguan pencernaan berupa diare yang menyerang anak memungkinkan anak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Jangan berikan makanan padat pada anak-anak jika mereka dehidrasi. Berikan kembali jenis makanan padat setelah anak tidak lagi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.

  1. Memberikan Obat Anti Diare

Langkah lainnya yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi diare pada anak adalah dengan memberikan obat anti diare. Obat diare seperti loperamide dan kaolin-pektin dapat mengurangi frekuensi BAB dengan memperlambat gerakan usus.

Dengan begitu, gejala diare dan  durasi diare kemungkinan bisa berkurang. Dalam pemberian obat anti diare sebaiknya sesuaikan dengan rekomendasi dokter. Pada dasarnya obat tidak terlalu diperlukan karena sistem kekebalan tubuh pada anak akan melawannya secara alami.

Berbeda halnya jika diare pada anak tidak kunjung membaik, wajib bagi ibu untuk segera konsultasi dengan dokter. Mengonsumsi obat diare tanpa resep dari dokter merupakan hal yang sangat tidak dianjurkan karena bisa berakibat fatal.

  1. Memberikan Suplemen Zinc

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh WHO telah ditunjukkan bahwa suplemen zinc dapat menguatkan saluran cerna sehingga dapat mencegah diare terjadi kembali. Penelitian lainnya mengatakan bahwa pemberian oralit bersamaan dengan suplemen zinc bisa mengurangi lamanya anak sakit diare.

WHO dan UNICEF telah merekomendasikan kepada para orangtua untuk memberikan  20 mg suplemen zinc setiap hari selama 10-14 hari untuk mengatasi diare akut pada anak. Pada anak yang masih berusia di bawah 6 bulan, berikan 10 mg suplemen zinc per hari selama anak menderita diare.

Itulah, beberapa cara yang bisa ibu lakukan sebagai cara mengatasi diare pada anak. Apapun kondisi anak tidak disarankan untuk ibu menunjukkan wajah panik, tetap tenangkan anak. Apabila kondisi diare berlanjut setelah penanganan di rumah, segera bawa anak untuk berkonsultasi kepada dokter ahli.

shares