Cara Korea Selatan Sukses dalam Industri Kreatif

Cara Korea Selatan Sukses dalam Industri Kreatif

Suka atau tidak suka, gelombang pengaruh budaya Korea atau yang dikenal dengan Korean Wave memang sudah mulai mendunia. Industri kreatif mereka mulai dari musik, film, hingga fashion menjadi daya tarik bagi hampir seluruh negara di dunia.

Hal ini tentu menjadi inspirasi dan juga memunculkan pertanyaan bagi banyak negara lain. Banyak negara yang mulai melirik cara Negeri Ginseng, dalam memaksimalkan ekonomi kreatif mereka hingga bisa besar seperti sekarang ini.

Langkah Korea Selatan Memajukan Industri Kreatif

  • Injeksi Dana Pemerintah

Pada tahun 2005, pemerintah Korea Selatan menggelontorkan sekitar 1 miliar dolar sebagai pengembangan untuk dunia kreatif. Jumlah ini memang tergolong sangat besar, apalagi industri ini juga belum bisa dikatakan populer.

Jika dilihat sekilas, tentu ini adalah langkah fenomenal yang memiliki resiko, terlebih ketika ada kemungkinan bahwa program yang sedang digarap akan gagal. Namun, resiko tersebut diambil karena mereka memiliki visi dan keyakinan yang kuat terhadap industri ini.

Hal ini terbukti pada tahun 2014. Pada tahun tersebut tercatat pendapatan negara yang dihasilkan dari industri ekonomi kreatif ini bernilai 11,6 miliar dolar. Sungguh angka yang fantastis dan tentunya sangat membanggakan.

Pada tahun 2019 kemarin, pemerintah Korea Selatan juga kembali menyuntikkan dana sebesar 1 miliar dolar untuk hal yang sama. Tentunya besaran angka ini sudah tidak terlihat cukup besar jika dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan olehnya.

  • Mendapat Perhatian Besar

Kolaborasi antara pihak pemerintah dan juga swasta dalam menggerakan dunia kreatif memang tidak bisa dianggap remeh.

Segala kebijakan yang diterapkan mengarah pada kemajuan ekonomi kreatif dan tentunya suntikan dana yang besar. Hal ini membuat industri ini bisa berkembang dengan sangat pesat.

Bahkan, saat ini Korea Selatan pun mulai menggaet banyak talenta dari negara lain untuk bisa ikut berkibar di bawah bendera K-Pop. Sebut saja Lisa Blackpink yang berasal dari Thailand, atau yang paling terbaru adalah kemunculan Dita Karang dari Indonesia.

Fokus pemerintah Korea Selatan pada industri berbasis kreativitas ini juga menyangkut promosi, penyediaan sarana dan prasarana serta ekspansinya ke luar daerah Korea. Korea Selatan juga membuat Divisi Industri Budaya Populer yang memiliki anggaran sebesar 500 juta dolar.

  • Persiapan yang Lama

Jika melihat manfaat industri kreatif yang sangat besar bagi perekonomian, maka kita juga harus melihat usaha yang dibangun di balik kesuksesan tersebut. Persiapan kebangkitan dari industri K-Pop ini sudah dimulai sejak krisis ekonomi pada tahun 1998 silam.

Pada saat itu, Korea Selatan pun juga mengalami krisis yang sama. Karena keadaan tersebut, pemerintahan yang dibawahi Presiden Kim Dae Jung pun berpikir untuk membuka sektor baru yang memiliki potensi besar.

Dua sektor kemudian dipilih, yaitu Teknologi Informasi dan Ekonomi Kreatif. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, akhirnya perjalanan panjang itu terbayar. Kini ada lebih dari 135 fans K-Pop yang tersebar di 86 negara dengan loyalitas yang tidak bisa dianggap sepele.

  • Pelatihan yang Ketat

Selain peran pemerintah, peran pihak swasta, dalam hal ini pihak manajemen artis juga turut andil dalam perkembangan ekonomi kreatif ini. Bisa dibayangkan, setiap manajemen yang ada bisa mengeluarkan sekitar 2-3 miliar untuk membiayai calon artis yang akan mereka perkenalkan

Bayangkan, untuk artis yang belum terkenal saja, mereka mau berinvestasi sebesar itu, padahal belum ada jaminan kelak artis binaannya bisa sukses dan mendulang uang.

Selain dana, waktu untuk bisa mengorbitkan artis juga tidak main-main, satu orang calon artis harus menjalani pelatihan selama 2 hingga 3 tahun sebelum bisa debut. Bukankah hal ini merupakan salah satu strategi terniat?

Setiap hari mereka berlatih dengan sangat keras dan bahkan tidak semuanya bisa debut dan berhasil. Namun, cara ini ternyata efektif, sebab pelaku seni yang berasal dari Korea Selatan terbukti memiliki kemampuan yang baik dan tidak karbitan.

Jika dibandingkan, perkembangan industri kreatif di Indonesia juga seharusnya bisa mengalami lonjakan yang sama dengan Korea Selatan. Para pelaku industri kreatif di Indonesia juga sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, sehingga merupakan potensi yang menjanjikan.

Referensi : https://www.kemenparekraf.go.id/

shares