Inilah Kesalahan Parenting Dalam Mengajarkan Berpuasa Pada Si Kecil

Inilah Kesalahan Parenting Dalam Mengajarkan Berpuasa Pada Si Kecil

Mengajarkan puasa pada anak, sebaiknya dilakukan sejak dini. Sehingga anak sudah terbiasa untuk berpuasa ketika ia dewasa. Mengajarkan anak berpuasa pertama kalinya memang susah-susah gampang. Anak pasti masih sulit menahan lapar. Dia akan mudah mengeluh dan akhirnya malas untuk berpuasa. Ketika mengajarkan berpuasa pada anak, anda harus berhati-hati. Gunakan metode parenting yang tepat. Jika salah, malah akan membuat anak malas untuk melanjutkan puasanya. Inilah beberapa kesalahan mengajarkan puasa pada anak yang harus anda hindari.

Menjanjikan Imbalan Terus Menerus

Banyak orang tua yang menjanjikan imbalan untuk mengajarkan anak-anak berpuasa. Bila hal ini dilakukan terus menerus, akan menjadi kebiasaan. Anak tidak mau berpuasa, bila tidak diberi hadiah atau sogokan. Memberikan penghargaan buat anda memang tidak salah. Tetapi jika dilakukan terus menerus, akhirnya anak tidak memiliki tanggung jawab melakukan puasa.

Daripada memberikan sogokan, lebih baik ajarkan berpuasa secara perlahan. Sesuaikan dengan kemampuan anak anda. Jika anak hanya mampu berpuasa setengah hari,biarkan puasa setengah hari. Biarkan anak mengatasi tantangannya sendiri. Sehingga dia merasa bangga dengan dirinya sendiri, ketika berhasil melakukan puasa satu hari penuh. Jika ingin memberikan hadiah, cukup lakukan sekali. Jangan terlalu sering karena tidak baik untuk perkembangan anak.

Tidak Menyiapkan Kegiatan Seru Buat Anak

Banyak parenting yang melupakan hal ini, mereka menyuruh anak berpuasa tetapi tidak menyiapkan kegiatan seru. Akhirnya anak hanya tidur sepanjang hari. Akhirnya mereka bosan dan selalu bertanya kapan waktunya berbuka. Cobalah untuk membuat kegiatan yang seru buat anak. Seperti mengaji bersama, membuat kerajinan tangan, jalan-jalan sekitar rumah, menyiapkan makanan berbuka dan lainnya.

Buatlah kegiatan yang disukai anak anda. Tidak perlu kegiatan yang berat dan membuat anak semakin lemas. Melakukan kegiatan ini, bisa membuat anak semakin semangat dan mengajarkan berbagai hal. Anda juga bisa mengajak anak untuk berbakti sosial ke panti asuhan. Sehingga anak-anak tahu indahnya berbagai dengan orang yang membutuhkan. Mereka akan bertemu dengan anak-anak yang kurang beruntung dibandingkan mereka. Melakukan kegiatan sosial dapat membuat anak belajar artinya berbagi.

Memberikan Ekspektasi Terlalu Tinggi

Jangan berikan ekspektasi terlalu tinggi pada anak tentang puasa. Hal ini akan membuat anak kecewa, jika tidak sesuai dengan ekspektasinya. Selain itu anak akan merasa tertekan dan tidak termotivasi. Berikan ekspektasi yang sesuai. Bila anak belum mampu puasa penuh, jangan paksakan. Biarkan anak merasakan nikmatnya berpuasa. Jangan ditakut-takuti dan akhirnya dia merasa takut dengan puasa.

Melatih anak berpuasa harus dilakukan secara perlahan. Anda tidak bisa memaksanya terus-menerus. Berikan pengertian sedikit demi sedikit. Sampai akhirnya dia memiliki tanggung jawab untuk berpuasa. Orang tua dan lingkungan sekitar juga harus memberikan contoh. Dengan begitu metode parenting anda sukses.

admin
shares