Mengenal 4 Konsep ASUH Daging Asal Hewan Qurban

Mengenal 4 Konsep ASUH Daging Asal Hewan Qurban

Qurban merupakan kegiatan yang rutin dilakukan umat muslim saat Idul Adha tiba. Qurban dilaksanakan dengan menyembelih hewan seperti sapi, kambing, domba, kerbau atau unta dan dagingnya dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Sapi qurban yang digunakan harus memenuhi standar kelayakan agar bisa dikonsumsi. Berikut 4 konsep daging hewan qurban.

  1. Aman

Konsep pertama yang harus dipenuhi daging hewan qurban adalah aman Aman ini artinya produk yang dihasilkan dari hewan qurban tidak mengandung bahaya biologis, fisik dan kimiawi. Produk tentu harus bebas dari yang menyebabkan sakit sehinnga bisa mengganggu kesehatan. Produk dari hewan qurban umumnya berupa daging atau karkas.

Konsep aman harus dipahami karena produk daging hewan qurban memiliki gizi protein hewani tinggi.  Daging sapi memiliki kadar keasaman diatas 4,6, artinya asam cenderung basa. Aktivitas air pada daging sekitar 0,85. Nilai ini membuat daging sebagai media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme dan mudah membusuk.

Bahaya lainnya berasal dari biologis seperti bakteri, virus dan parasite. Bahaya kimiawi seperti racun yang memperburuk kualitas produk dan bahaya fisik seperti pecahan gelas, besi, rambut dan lain-lain. Karakteristik ini yang membuat produk harus aman dari ancaman yang bisa merusak kualitas daging.

Mengenal 4 Konsep ASUH Daging Asal Hewan Qurban

  1. Sehat

Daging yang dikonsumsi bertujuan hanya untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan zat-zat baik agar berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh manusia. Kesehatan ini perlu diperhatikan karena daging merupakan bahan pangan yang memiliki protein hewani tinggi dan asam amino esensial yang lengkap serta seimbang.

Protein pada daging lebih mudah dicerna dan mengandung beberapa jenis mineral, vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsep sehat ini diharapkan konsumsi daging hewan qurban harus membawa manfaat yang baik bagi konsumen daging.

  1. Utuh

Daging yang Anda terima atau berikan kepada orang yang membutuhkan harus utuh. Utuh ini yaitu produk hewani tidak dicampur dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian dari hewan lain. Contoh ketika ingin mengolah daging sapi hasil qurban tidak boleh dicampur dengan daging celeng atau jeroan hewan.

Hasil dari hewan lainnya seperti susu juga tidak boleh dicampur dengan santan. Anda yang ingin berqurban maka harus memastikan daging yang diberikan hanya berbentuk daging, tidak dicampur dengan bahan lainnya. Pengolahan makanan semakin mirip bentuknya dengan bentuk alaminya semakin kecil juga bahaya yang berada pada makanan tersebut.

  1. Halal

Semua proses berqurban pasti harus melewati berbagai tahapan sesuai syariat islam. Wajib hukumnya menyembelih dan mengolah daging hewan qurban dengan halal. Halal ini sebagai nilai produk hasil hewan berasal dari hewan halal, disembelih dan ditangani sesuai syariat Agama islam. Sertifikasi halal di Indonesia berada dalam naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Allah SWT bersabda dalam surat Al-Baqarah ayat 168 yang isinya untuk mengajak umat manusia makan dengan makanan yang baik di bumi dan jangan ikuti langkah setan. Sesungguhnya langkah setan itu adalah musuh nyata bagi umat muslim di dunia.

Surat Al-Quran ini jelas menggambarkan bahwa sapi qurban yang Anda gunakan harus melewati 4 konsep ini. Rasulullah juga pernah mengatakan apabila ingin memberi, berikanlah barang yang paling terbaik. Pilihlah hewan qurban yang sehat, sesuai umur dan normal. Semua ini sebagai langkah agar ibadah qurban Anda diterima oleh Allah SWT. Selamat memilih dan selamat berqurban!

admin
shares